Minggu, 06 November 2016

"Pemimpin Rakyat Lahir dari Rakyat"


Oleh Tristin Hartono (14150098)

                Senyum sumringah mewakili sifat ramahnya kepada setiap orang yang ia temui. Segelintir goresan di dahi semakin memperjelas karakter yang menjadi keunggulannya ini. Kerutan-kerutan di dahi penanda senjanya umur tak membuat pria kelahiran 55 tahun lalu ini patah semangat menyuarakan pendapatnya tentang membangun Indonesia.
                Kemeja kotak-kotak nuansa merah-biru melambangkan sifat beraninya dalam mengubah mental penduduk Jakarta. Bersama dengan wakil kerjanya, ia menghaturkan daftar janji program kerja yang nantinya akan mereka realisasikan bagi kota Jakarta. Salah satunya yakni "Revolusi Mental".
                Bertempat lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 silam, Joko Widodo atau akrab disapa "Jokowi" mencalonkan diri menjadi gubernur Ibukota Indonesia. Mengusung slogan "Wakil Rakyat Lahir Dari Rakyat", ia bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberanikan diri untuk mengajukan diri menjadi calon pemimpin DKI Jakarta.
                Berlatar belakang sebagai Walikota Solo dan Bupati Belitung Timur, pasangan ini dijuluki "Pasangan Wong Ndeso" oleh pemimpin partai Gerindra, Prabowo Subianto. Kendati demikian, Prabowo tetap optimis akan kemenangan pasangan ini dalam pertandingan antar calon gubernur melalui janji mereka bagi Jakarta.
                Salah satu janji yang didengung-dengungkan yakni melakukan blusukan atau kunjungan ke sisi terpencil kota untuk menjangkau langsung dan mengenal rakyat yang nantinya akan ia pimpin. "Tin (nama penulis), tadi Pak Jokowi kesini loh, salaman sama Papi Mami. Orangnya baik banget, nggak sombong," ujar seorang Ibu Rumah Tangga.
                Kerendahan hati serta kegiatan blusukan inilah yang menjadi hal favorit penduduk hingga mengantarkan pasangan Jokowi-Ahok ke tahta kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta pada 2012, mengalahkan pasangan rivalnya, mantan gubernur Fauzi Bowo.
                Dua tahun selang dilantiknya Jokowi menjadi gubernur, ia diminta oleh ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati, untuk mewakili PDI-P menjadi calon presiden Indonesia. Informasi ini membangun semangat Jokowi untuk menaklukkan tantangan sebagai pemimpin yang dapat menjadi teladan bagi rakyatnya, ia menerima tantangan itu.
                Pria penyuka genre musik metal ini pada akhirnya bersaing dengan segelintir calon dari berbagai partai besar seperti Golkar, Demokrat, Gerindra, dan Nasdem. Setelah melalui berbagai seleksi, akhirnya ia mencapai pertandingan "final" pemilihan presiden. Mendapat nomor urut 2, ia menjadi rival yang cukup berat bagi Prabowo Subianto. Pasalnya, Prabowo adalah "pemain" senior dalam dunia politik Indonesia.
                Namun, takdir berkata lain, meskipun Jokowi adalah "orang baru", namun ia dapat memenangkan perhelatan ini dan berhasil menjadi pemimpin Indonesia sejak Oktober 2014 lalu, dan memerintah dalam periode 2014-2019.
                Harapan masyarakat pun mulai “terbang” dengan hadirnya Jokowi sebagai pemimpin negara. Presiden yang dianggap mirip Obama ini digadang-gadang akan memiliki gaya kepemimpinan seperti Obama juga. Well, kita lihat saja hasilnya nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar